STATUS DAN
SEBARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA [ Indonesia memiliki luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairaan 3.257.483
km2. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia berada diantaran 6° LU – 11° LS
dan antara 95° BT – 141° BT. Jumlah pulau di Indonesia adalah 17.508 pulau dan
Pulau yang sudah diberi nama sekitar 44%, sedangkan yang sudah didiami penduduk baru sekitar 7%. _Indonesia berada di antara
6° LU – 11° LS dan dilalui oleh garis khatulistiwa, maka Indonesia memiliki
iklim tropis dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Memiliki curah hujan tinggi.
Memiliki hujan hutan tropis yang luas
Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
Luas Indonesia hanya 1.3% dari luas permukaan bumi, tetapi memiliki
keanekeragaman hayati yang tinggi, dengan tingkat endemisme yang tinggi.
2.3.1. Persebaran Flora
di Indonesia [ setelah kamu udah baca persebaran flora fauna di didunia kamu wajib tahu juga persebaran flora fauna diindonesia,buat yang belum baca persebaran nya silakan baca disini
Adanya
bermacam-macam tumbuhan di suatu tempat dipengaruhin oleh iklim, tumbuhan di
daerah iklim tropik berbeda dengan tumbuhan di daerah iklim dingin, tanah,
tumbuhan di tanah kapur berbeda dengan tumbuhan di tanah merah, dan air,
tumbuhan di daerah yang banyak air berbeda
dengan tumbuhan di daerah yang kurang air. Karena Indonesia beriklim tropik dan
banyak mendapat hujan, maka Indonesia mempunyai hutan-hutan lebat, yang disebut
hutan hujan tropis. Ada beberapa jenis hutan, sebagai berikut:
a.
Hutan musim [ Hutan yang terdapat di daerah yang dipengaruhi iklim musim. Selama
musim kemarau daun pohon di hutan musim banyak yang gugur sehingga meranggas.
Sebaliknya, setelah musim penghujan daunnya lebat kembali. Oleh karena itu
musim sering juga disebut hutan
homogen, karena terdiri dari satu jenis tanaman saja, misalnya hutan jati.
b.
Hutan hujan tropis [ Hutan ini terdapat di daerah yang banyak mendapat hujan.
Hutan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Pohonnya
berdaun rindang dan lebat. Sinar matahari tidak dapat menembus langsung ke
bawah. Tanah dan udara dibawah sangat lembap, Karena uap air sukar keluar.
Pohon
di dalam hutan sering dibelit oleh tumbuhan sulur seperti rotan, Rata-rata
ketinggian pohon adalah 60 m.Banyak tumbuh pohon epifit (pakis dan anggrek).
c.
Hutan sabana (stepa) [ Hutan padang rumput banyak terdapat di daerah yang
kurang hujan. Untuk
Indonesia daerah yang banyak ditumbuhi sabana (padang rumput yang diselingi
semak belukar) adalah daerah Nusa Tenggara, daerah ini sangat cocok untuk
peternakan sapi dan kuda.
d.
Padang lumut. Padang lumut banyak terdapat di wilayah yang memiliki cuaca
dingin sperti di puncak-puncak gunung. Di Indonesia, padang lumut terdapat di
puncak Jaya Wijaya, Papua. Persebaran
flora di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga wilayah, yaitu
a.
Flora Indonesia bagian barat [ Wilayah Indonesia Barat termasuk iklim Af dan
Flora Indonesia
barat
sejenis dengan flora di Asia. Di wilayah ini terdapat hutan hujan tropis. Jenis
flora yang ada di kawasan Indonesia
bagian barat antara lain karet, kapur barus (kamper), kemenyan, meranti, mahagoni
(mahoni), dan sebagainya. Dengan pohon yang tinggitinggi daunnya kecil dan
rindang.
b.
Flora Indonesia timur [ Wilayah Indonesia Bagian timur termasuk iklim Aw. Jenis
flora di
Indonesia
timur sama dengan flora yang di Benua Australia, karena sebelum zaman glacial
Indonesia timur satu daratan dengan Australia. Jenis floranya antara lain pohon
rasamala, eucalyptus, dan sabana dengan ciri-ciri padang rumput, terdapat
semak-belukar, dan pohon-pohon rendah.
c.
Flora Indonesia tengah ] Wilayah Indonesia bagian tengah termasuk iklim Am.
Flora di
Indonesia
tengah merupakan daerah peralihan antara Indonesia barat dengan Indonesia
timur. Jenis flora yang di Indonesia tengah yang sangat menonjol adalah hutam
musim (hutan jati) dengan cirri sebagai berikut:
1)
Pohon lebih rendah dari hutan hujan tropis.
2)
Pada musim kemarau daunnya gugur.
3)
Pada musim penghujan mulai bertunas.
Jenis
flora yang sangat menonjol adalah kayu cendana di Nusa Tenggara Timur, kayu
eboni atau kayu besi yang terdapat di Sulawesi. Selain itu di Nusa Tenggara
juga terdapat wilayah sabana,
yaitu
padang rumput yang diselingin semak belukar.
2.3.2. Persebaran Fauna
di Indonesia
Dunia
hewan di Indonesia juga cukup banyak, sebab kehidupan hewan sangat dipengaruhi
oleh keadaan tumbuh-tumbuhan dan iklim. Keadaan hewan di Indonesia sama dengan
keadaan tumbuhan, dimana terjadi akibat terjadinya dangkalan Sunda dan
dangkalan Sahul dengan laut tengah Australia-Asia, maka persebaran fauna di
Indonesia juga dibagi menjadi tiga daerah fauna.
a.
Fauna Indonesia barat [ Di Indonesia Barat, terdapat hewan-hewan yang mirip hewan
di
daerah
Asia, antara lain sebagai berikut:
Harimau,
terdapat di Jawa, Madura, dan Bali.
Beruang,
terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
Gajah,
terdapat di hutan-hutan Sumatra, mirip gajah di India.
Badak,
terdapat di Sumatra dan Jawa.
Banteng,
terdapat di Jawa dan Kalimantan.
Mawas
(orang hutan), terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
Siamang
(kera berwarna hitam dan tak berekor), terdapat di
Sumatra.
Tapir,
terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
Kera
Gibbon, terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
Di
daerah Indonesia barat juga banyak ditemui beberapa kijang (di Sumatra, Jawa,
Bali, dan Lombok), kancil pelanduk (diSumatra, Jawa, Kalimantan, dan Kepulauan
Karimata), trenggiling (di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan), singapuar mukang
(di Sumatra dan Kalimantan), buaya (di Sumatra dan Kalimantan), ikan
lumba-lumba/pesut terdapat di sungai Mahakam Kalimantan Timur.
b.
Fauna Indonesia timur [ Hewan-hewan di Indonesia timur mirip hewan Australia,
antara lain
sebagai
berikut:
Kanguru
pohon (binatang berkantong), terdapat di Papua.
Tikus
berkantong dan musang berkantong, terdapat di
Maluku
sebelah timur dan Papua.
Burung
kasuari, terdapat di Papua, kepulauan Aru, dan
pulau
Seram.
Burung
cendrawasih, terdapat di Papua dan kepulauan Aru.
Burung
kakatua berjambul merah dan berjambul putih
terdapat
di Maluku.
c.
Fauna Indonesia bagian tengah [ Hewan-hewan yang terdapat di Indonesia tengah
adalah campuran dari fauna Indonesia barat dan timur. Indonesia bagian tengah terdapat
hewan-hewan khas Indonesia, antara lain sebagai berikut.
Biawak,
komodo, terdapat di pulau Komodo, Nusa
Tenggara
Timur. Binatang ini merupakan sisa hewan purba.
Anoa
di Sulawesi.
Babi
rusa dengan taring panjang dan melengkung, terdapat
di
Sulawesi dan Maluku bagian barat.
Burung
maleo, sangat langka, terdapat di Sulawesi dan
Kepulauan
Sangihe.
Daerah
flora dan fauna Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah dibatasi
oleh garis Wallace. Sedangkan antara flora fauna Indonesiabagian timur dengan
Indonesia bagian tengah dibatasi oleh garis Weber.