• About
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Melestarikan dan Menjaga Plasma Nutfah Dunia

  • Home
  • Menu1
    • deforestasi
    • flora dan fauna
    • keanekaragaman
  • Menu2
    • Submenu1
    • Submenu2
  • Menu3
  • Menu4
  • Menu5
  • Menu6
Home » Uncategories » penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi

penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi

Persebaran Hewan di Permukaan Bumi [ penyebaran di muka bumi ini sangatlah signifikan Secara langsung atau tidak, iklim sangat berpengaruh pada penyebaran fauna. Berikut ini ini adalah sebarannya:
o   Fauna di daerah padang rumput [ Di daerah padang rumput terdapat banyak spesies hewan. Hewan pemakan rumput yang besar-besar, misalnya zebra (Afrika), kanguru (Australia), dan bison (Amerika) merupakan konsumen primer di padang rumput. Predator yang terdapat di padang rumput seperti singa dan anjing liar memangsa herbivor besar, sedangkan ular makan herbivore kecil. Selain vertebrata dan herbivor, di padang rumput banyak terdapat insekta, misalnya belalang.
o   Fauna di daerah gurun [ Hewan di daerah gurun beradaptasi terhadap lingkungan gersang. Mamalia yang besar jarang dapat hidup di daerah gurun, karena hewan besar sukar menyesuaikan diri terhadap suhu tinggi dan ketiadaan air. Ular, kadal, dan rodentia banyak terdapat di daerah gurun. Sedangkan hewan kecil-kecil di gurun hidup dalam lubang dan keluar mencari mangsa pada pagi hari atau malam hari.
o   Fauna di daerah tundra [ Beberapa hewan yang hidup di daerah tundra ada yang hidup menetap dan ada pula yang hanya datang di daerah ini pada musim panas saja untuk bertelur. Hewan yang hidup menetap, baik bangsa burung atau mamalia, mempunyai bulu yang tebal, yang melindungi terhadap suhu yang rendah. Untuk melindungi terhadap suhu yang rendah, hewanhewan mengalami perubahan warna menjadi putih dalam musim dingin. Warna putih tersebut merupakan warna pelindung di atas salju dan mengurangi kehilangan panas oleh radiasi matahari. Herbivora yang hidup di daerah tundra antara lain muskox dan reindeer mendapat cukup makanan yaitu lumut dan lichens. Sedangkan hewan mamalia yang hidup di daerah tundra adalah beruang kutub, kelinci kutub, dan lemming.
o    Fauna di hutan basah [ Apabila kita masuk ke dalam hutan basah tropika, kita tidak banyak menjumpai binatang, seakan-akan hutan tersebut tidak dihuni. Hal ini disebabkan karena gelapnya dasar hutan dan hewan pada waktu siang banyak yang hidup di tudung sehingga tidak terlihat. Selain itu banyak hewan yang hidup di malam hari. Hewan hutan basah tropik, diantaranya adalah babi hutan, kera, burung, kucing hutan, bajing, dan lain sebagainya. Contoh karnivora yang hidup di hutan basah adalah macan tutul di Asia-Afrika, sedangkan di Amerika jaguar.
o   Fauna di daerah hutan gugur [ Beberapa hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa,raccoon, bajing, rubah, dan burung pelatuk.
o   Fauna di daerah taiga [ daerah taiga kebanyakan hewan yang hidup sebangsa burung yang berimigrasi ke sebelah selatan pada waktu musim gugur, hewan yang khas yang ada di taiga adalah moose. Hewan lainnya beruang hutan, ajag, dan marten.

Wallace pada tahun 1876 membuat wilayah-wilayah zoogeografis utama
fauna, yakni :

a. Wilayah paleatik
Mencakup Eropa dan Asia bagian utara. Memiliki 28 famili kondata. Faunanya adalah beberapa reptile, domba, kambing, bison, ikan salmon, dan ikan forel.

b. Wilayah neartik
wilayah neartik Meliputi Amerika Utara dan Grenland. Banyak kesamaan dengan paleatik, keduanya pernah bergabung pada zaman tersier dan  plestosen. Misalnya, fauna jenis bison, ikan salmon, dan ikan forel. Faunanya memiliki beberapa bentuk yang khas, musang berkantung,tikus berkantung, reptile, kalkun liar, jenis beruang, bebek, danangsa.

c. Wilayah oriental
Meliputi Asia Tenggara. Mempunyai ciri bentuk-bentuk tropik yang ada di daerah Semenanjung dan pulau-pulau. Kedudukan tropic memberinya pertalian dengan wilayah Ethiopia dan Himalaya, membentuk batas tajam yang melindungi banyak daerah di utaranya. Fauna meliputi satu spesies gajah, badak, beberapa spesies rusa, dan antelope, burung kus-kus, burung enggang, harimau, aneka ragam kadal, serta ular. Tiga spesies tikus, kesturi, gibbon, orang utan, tapir, dan kera.

d. Wilayah Ethiopia
Meliputi sebagai besar wilayah tropik, Afrika bagian selatan Sahara, dan Arabia Selatan. Memiliki fauna yang beraneka di antara semua kerajaan, walaupun tidak memiliki tikus mondok, berang-berang, beruang dan rusa. Banyak kesamaan dengan wilayah oriental, misalnya antelope, tapir, badak, kera, dan burung enggang. Kuda nilardvarik, burung unta, dan kelompok penguggis serta pemakan serangga.

e. Wilayah Australis,
Memiliki beberapa mamalia berplasenta dan khas. Selandia Baru memiliki sedikit fauna, yaitu kelelawar dan burung berjalan, reptilereptil seperti tokek dan sphenodon. Fauna lainnya adalah binatang berkantung, kiwi, kasuari, dan emu (sejenis burung unta).

f. Wilayah neotropik,
Meliputi Amerika Selatan adalah wilayah tropik dan memiliki family hewan mamalia eksklusif dan jumlah besar. Setengah dari 32 famili hewan berkantung. Fauna lainnya yaitu kera, burung dan pengunggis yang khas, armadillo dan sloth (sejenis kukang), beruang berbintik, rusa dan tapir.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna [ Banyak factor yang mempengaruhi persebaran flora fauna  didunia Beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di muka bumi antara lain faktor klimatik, edafik, fisiografi, dan biotik.
1. Faktor Klimatik [ klimatik merupakan Kondisi iklim merupakan salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pola persebaran flora dan fauna. Wilayah-wilayah dengan pola iklim yang ekstrim, seperti daerah kutub yang senantiasa tertutup salju dan lapisan es abadi, atau gurun yang
gersang, sudah tentu sangat menyulitkan bagi kehidupan suatu organisme. Oleh karena itu, persebaran flora dan fauna pada kedua wilayah ini sangat minim baik dari jumlah maupun jenisnya. Sebaliknya, daerah tropis merupakan wilayah yang optimal bagi kehidupan flora dan fauna. Faktor-faktor iklim yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di permukaan bumi ini, antara lain suhu, kelembaban udara, angin, dan tingkat curah hujan.

a. Suhu [ Permukaan bumi mendapatkan energi panas dari radiasi matahari dengan intensitas penyinaran yang berbedabeda di setiap wilayah. Daerah-daerah yang berada pada
zona lintang iklim tropis, menerima penyinaran matahari setiap tahunnya relatif lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. Selain posisi lintang, faktor kondisi geografis lainnya yang mempengaruhi tingkat intensitas penyinaran matahari antara lain kemiringan sudut datang sinar matahari, ketinggian tempat, jarak suatu wilayah dari permukaan laut, kerapatan penutupan lahan oleh tumbuhan, dan kedalaman laut. Perbedaan intensitas penyinara matahari menyebabkan variasi suhu udara di muka\ bumi. Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan, karena berbagai jenis spesies memiliki persyaratan suhu lingkungan hidupideal atau optimal, serta tingkat toleransi yang berbedabeda
di antara satu dan lainnya. Misalnya, flora dan fauna yang hidup di kawasan kutub memiliki tingkat ketahanan dan toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan suhu yang tajam antara siang dan malam jika dibandingkan dengan flora dan fauna tropis. Pada wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara tidak terlalu dingin atau panas merupakan habitat yang sangat baik atau optimal bagi sebagian besar kehidupan organisme, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Hal ini disebabkan suhu yang terlalu panas atau dingin merupakan salah satu kendala bagi makhluk hidup. Khusus dalam dunia tumbuhan, kondisi suhu udara adalah salah satu faktor pengontrol persebaran vegetasi sesuai dengan posisi lintang, ketinggian tempat, dan
kondisi topografinya. Oleh karena itu, sistem penamaan habitat flora seringkali sama dengan kondisi iklimnya seperti vegetasi hutan tropis, vegetasi lintang sedang, vegetasi gurun, dan vegetasi pegunungan tinggi.

b. Kelembaban Udara [ Kelembaban udara yaitu banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. Tingkat kelembapan udara berpengaruh langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di muka bumi. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering, sebaliknya terdapat jenis tumbuhan yang hanya dapat bertahan hidup di atas lahan dengan kadar air yang tinggi.

c. Angin [ Di dalam siklus hidrologi, angin berfungsi sebagai alat transportasi yang dapat memindahkan uap air atau awan dari suatu tempat ke tempat lain. Gejala alam ini menguntungkan bagi kehidupan makhluk di bumi, karena terjadi distribusi uap air di atmosfer ke berbagai wilayah. Akibatnya, secara alamiah kebutuhan organisme akan air dapat terpenuhi. Gerakan angin juga membantu memindahkan benih dan membantu proses penyerbukan beberapa jenis tanaman tertentu.

d. Curah Hujan [ Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi makhluk hidup. Tanpa sumber daya air, tidak mungkin akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi. Bagi makhluk hidup yang menempati daratan, sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan hidup berasal dari
curah hujan. Melalui curah hujan, proses pendistribusian air di muka bumi akan berlangsung
secara berkelanjutan. Titik-titik air hujan yang jatuh ke bumi dapat meresap pada lapisan- lapisan tanah danmenjadi persediaan air tanah, atau bergerak sebagai air larian permukaan, kemudian mengisi badan-badan air, seperti danau atau sungai. Begitu pentingnya air bagi kehidupan mengakibatkan pola penyebaran dan kerapatan makhluk hidup antar wilayah pada umumnya bergantung dari tinggirendahnya curah hujan. Wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan tinggi pada umumnya merupakan kawasan yang dihuni oleh aneka spesies dengan jumlah dan jenis jauh lebih banyak dibandingkan dengan wilayah yang relatif lebih kering.

2. Faktor Edafik [ Faktor kedua yang mempengaruhi persebaran bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi terutama tumbuhan adalah kondisi tanahatau faktor edafik. Tanah merupakan media tumbuh dan berkembangnya tanaman. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan. Adapun yang menjadi parameter kesuburan tanah antara lain kandungan humus atau bahan organik, unsur hara, tekstur dan struktur tanah, serta
ketersediaan air dalam pori-pori tanah. Tanah-tanah yang subur, seperti jenis tanah vulkanis dan andosol merupakan media optimal bagi pertumbuhan tanaman.

3. Faktor Fisiografi [ Faktor fisiografi yang berkaitan dengan persebaran makhluk hidup adalah ketinggian tempat dan bentuk wilayah. Menurut gradient thermometrik, di mana suhu udara akan mengalami penurunan sekitar 0,5oC–0,6oC setiap wilayah naik 100 meter dari permukaan
laut. Adanya penurunan suhu ini sangat berpengaruh terhadap pola persebaran jenis tumbuhan dan hewan, sebab organisme memiliki keterbatasan daya adaptasi terhadap suhu lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, jenis tumbuhan yang hidup di wilayah pantai akan
berbeda dengan yang hidup pada wilayah dataran tinggi atau pegunungan.


4. Faktor Biotik [ Manusia adalah komponen biotik yang berperan sentral terhadap keberadaan flora dan fauna di suatu wilayah, baik yang sifatnya menjaga kelestarian maupun mengubah tatanan kehidupan flora dan fauna. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, manusia berusaha mengolah dan memanfaatkan lingkungan hidup di sekitarnya semaksimal mungkin, walaupun terkadang dapat merusak kelestarian alam. Misalnya, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam waktu yang relatif singkat manusia mampu mengubah kawasan hutan menjadi daerah permukiman dan areal pertanian. Perubahan fungsi lahan tersebut berakibat terhadap kestabilan ekosistem yang secara alamiah telah terjalin dalam periode jangka waktu yang lama.
Posted by Unknown on Selasa, 25 Maret 2014 - Rating: 4.5
Title : penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi
Description : Persebaran Hewan di Permukaan Bumi [ penyebaran di muka bumi ini sangatlah signifikan Secara langsung atau tidak, iklim sangat berpengaruh ...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi "

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

se-berapa membantu blog ini

Entri Populer

  • Tipe-tipe ekosistem dari keanekaragaman hayati
  • PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA
  • penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi
  • deforestrasi dan degradasi sebagai ancaman keanekaragaman hayati
  • Nilai dari Keanekaragaman Hayati
  • status dan sebaran keanekaragaman hayati di indonesia

Translate

join with me

about me

Unknown
Lihat profil lengkapku
Copyright © 2012 Melestarikan dan Menjaga Plasma Nutfah Dunia - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger