• About
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Melestarikan dan Menjaga Plasma Nutfah Dunia

  • Home
  • Menu1
    • deforestasi
    • flora dan fauna
    • keanekaragaman
  • Menu2
    • Submenu1
    • Submenu2
  • Menu3
  • Menu4
  • Menu5
  • Menu6
Home » Uncategories » PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA

PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA

Keanekaragaman hayati terdiri dari dua kata keanekaragaman dan hayati. Kata “keanekaragaman” menggambarkan keadaan bermacam macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah, sedangkan kata hayati menunjukkan sesuatu yang hidup. Keanekaragaman hayati sering disebut “biodiversitas” yang menunjukkan keanekaragaman atau kebeeragaman dari makhluk hidup akibat adanya perbedaan warna,ukuran,bentuk,jumlah,tekstur.penampilan,dan sifat-sifat yang lain.Berikut ini adalah beberapa definisi keanekaragaman hayati :

1. Keanekaragaman Hayati adalah keanekaragaman diantara mahluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman didalam spesies, antar species dan ekosistem (Konvensi PBB Tentang Keanekaragaman Hayati,1992)

2. Keanekaragaman Hayati, yang selanjutnya disebut Kehati adalah  keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi dan perananperanan ekologisnya, yang meliputi keanekaragaman ekosistem,
keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman genetic (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 29 tahun 2009; Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 3 tahun 2012);

3. Keanekaragaman hayati ialah fungsi-fungsi ekologi atau layanan alam, berupa layanan yang dihasilkan oleh satu spesies dan/atau ekosistem (ruang hidup) yang memberi manfaat kepada spesies lain termasuk manusia (McAllister 1998);

TINGKATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI [ Berdasarkan definisi keanekaragaman hayati yang diuraikan diatas, ada tiga pendekatan dalam membaca keanekaragaman hayati, yaitu:

A. Keanekaragaman gen
Keanekaragaman gen adalah keanekaan individu di dalam suatu spesies. Keanekaan ini disebabkan oleh perbedaan genetis antar individu.
Gen adalah faktor pembawa sifat yang dimiliki oleh setiap organisme serta dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sumber daya genetik atau plasma nutfah adalah bahan tanaman, hewan, jasad renik, yang mempunyai kemampuan untuk menurunkan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sumber daya genetik ini mempunyai nilai baik yang nyata, yaitu telah diwujudkan dalam pemanfaatan, maupun yang masih pada taraf potensi yaitu yang belum diketahui manfaatnya. Pada tanaman, sumber daya genetik terdapat dalam biji, jaringan, bagian lain tanaman, serta tanaman muda dan dewasa. Pada hewan atau ternak sumber daya genetic
terdapat dalam jaringan, bagian-bagian hewan lainnya, semen, telur, embrio, hewan hidup, baik yang muda maupun yang dewasa. Sumber daya genetic dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemuliaan dalam mengembangkan varietas baru tanaman atau menghasilkan rumpun baru ternak. Sumber daya genetik dapat terkandung di dalam varietas tradisional
dan varietas mutakhir atau kerabat liarnya . Bahan genetik ini merupakan bahan mentah yang sangat penting bagi para pemulia tanaman, hewan dan ikan. Bahan genetik ini merupakan bahan cadangan bagi makhluk untuk penyesuaian genetik dalam mengatasi perubahan kondisi lingkungan yang membahayakan dan perubahan kondisi ekosistem yang tidak
mendukung kehidupan makhluk. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama,
belum tentu memiliki bentuk yang sama pula karena faktor lingkungan mempengaruhi penampakan (fenotipe) atau bentuk. _ Pengaruh keadaan lingkungan terhadap sifat atau ciri setiap makhluk hidup adalah merupakan sunnatullah yang perlu kita tafakuri sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an :
Artinya:
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagaian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat  tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ra’[13] : 4)

Artinya:
“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tetumbuhan yang beraneka ragam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang beraneka ragam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS.al-An’aam [6]: 141).

Dari ayat di atas manusia dituntut mencari jawaban mengapa Allah melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lainnya? Untuk membuktikan kebenaran firman Allah itu, manusia yang mempunyai kemampuan berfikir berdasarkan akal dan ilmu pengetahuan yang
dimilikinya, baru dapat menemukan bukti-bukti adanya keanekaragaman gen dan pengaruh keadaaan lingkungan terhadap sifat dan ciri yang dimiliki oleh setiap individu makhluk hidup.

Banyak spesies tanaman di Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya genetik tinggi dan persebarannya meliputi berbagai daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa sumber daya genetik yang khas, yang sering berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kenyataan ini
merupakan suatu potensi yang bernilai tinggi bagi daerah untuk memanfaatkan fenomena ini. Sebagian dari sumber daya genetic tersebut ada yang telah dikembangkan sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi, tetapi banyak pula di antaranya yang belum dimanfaatkan sama sekali, sehingga mengalami ancaman kepunahan. Contoh plasma nutfah tanaman yang pemanfaatannya telah dikembangkan adalah salak Pondoh (Yogyakarta), salak Bali (Bali), nenas Bogor (Bogor), duren Petruk (Semarang), mangga Gedong Gincu (Cirebon), beras Rojolele (Delanggu), beras Cianjur (Cianjur), bareh Solok (Solok), dan sebagainya. Pada ternak, beberapa spesies ternak memiliki keanekaragaman sumber daya genetic cukup tinggi, sebagian besar telah dikembangkan pemanfaantannya dan memiliki nilai ekonomi adalah sapi Bali (Bali), ayam
Kedu (Kedu), domba Ekor Tipis (Garut), itik Alabio (Alabio, Kalimantan Selatan), dan sebagainya. Pemanfaatan plasma nutfah ikan dapat dilakukan melalui upaya budi daya dan penangkaran. Ikan emas dan ikan gurame telah dibudidayakan dan dimuliakan menjadi beberapa varietas yang bernilai ekonomi tinggi.

B. Keanekaragaman jenis merupakan keanekaan jenis organisme yang menempati suatu ekosistem, di darat maupun di perairan, dimana masingmasing organisme mempunyai ciri yang berbeda satu dengan yang lain Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan

sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertile (subur) untuk melanjutkan generasinya. Spesies juga dapat didefinisikan secara biologis dan morfologis. Secara biologis, spesies adalah Sekelompok individu yang berpotensi untuk ber-reproduksi diantara mereka, dan tidak mampu ber-reproduksi dengan kelompok lain. Sedangkan secara morfologis, spesies adalah sekelompok individu yang mempunyai karakter morfologi,
fisiologi atau biokimia berbeda dengan kelompok lain.Spesies dapat dikelompokkan menurut tempat hidup dan pengelolaannya, spesies dapat dikelompokkan menjadi spesies liar dan
spesies budidaya. Spesies liar yang belum dibudidayakan merupakan kelompok makhluk hidup yang terdiri atas populasi yang berada di habitat alami yang sesuai. Habitat ini tersebar di kawasan dengan batas geografi tertentu, contohnya adalah sagu yang alaminya tersebar di daerah Maluku dan Papua, dan lai (Durio kutajensis) mempunyai sebaran alami di Kalimantan. Contoh untuk spesies hewan adalah Badak cula dua yang hanya terdapat di Sumatra, anoa hanya di Sulawesi, dan kanguru hanya di Papua. Spesies tanaman maupun hewan budi daya tidak mempunyai batas alami dan tidak memiliki kekhasan dalam penyebarannya. Spesies juga dikelompokkan menurut persebaran ekologi atau habitatnya (daratan/terestrial atau perairan/akuatik). Kelompok-kelompok tersebut dapat disubkelompokkan lagi. Spesies terestrial terdiri atas spesies dataran rendah atau dataran tinggi, sedangkan spesies akuatik dapat
dikelompokkan lagi menjadi spesies air tawar, spesies lautan, dan spesies payau. Berdasarkan fungsinya, spesies budi daya dikelompokkan menjadi pangan, papan, obat-obatan dan rempah, pakan, dan juga jasa. Spesies budidaya dikelompokkan berdasarkan sektor pengelolaanya, yaitu pertanian (termasuk perkebunan, hortikultura, peternakan), kehutanan, kelautan dan perikanan, kesehatan, dan industri.

C. Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman ekosistem adalah keanekaragaman yang mencakup bentuk dan susunan bentang alam, daratan maupun perairan, di mana makhluk atau organisme hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme) berinteraksi dan membentuk keterkaitan dengan lingkungan fisiknya. Menurut UU No.5 Tahun 1990, Ekosistem adalah sistem hubungan timbale balik antara unsur dalam alam, baik hayati (komponen biotik) maupun non-hayati (komponen abiotik) yang saling tergantung dan pengaruh mempengaruhi. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak
(multi seluler) yang dapat dilihat langsung. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut factor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam),tingkat keasaman, dan kandungan mineral. Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup
(biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda Kedua komponen biotik dan abiotik ini satu deketergantungan sehingga perbedaan komponen biotik dan abiotik
membentuk lingkungan (ekosistem) yang berbeda pula. Munculnya keanekaragaman ekosistem disebabkan adanya variasi keberadaan komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem itu sendiri.

Hal ini memberikan pengetahuan pada kita yang dikenal dengan keanekaragaman ekosistem yang terdapat dalam alam raya ini, dapat kita pelajari dan amati dengan kemampuan pengetahuan
yang kita miliki. Kata “bumi berlain-lainan macamnya” dapat ditafsirkan bahwa komponen lingkungan abiotik yang meliputi faktor fisik (seperti air, tanah, udara, cahaya, suhu, kelembaban, dan lain-lainnya) serta faktor kimia (seperti keasaman, mineral, dan salinitas) yang terdapat di alam ini berbedabeda. Demikian pula komponen lingkungan biotik yang merupakan
penghuni di bumi ini meliputi tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme beanekaragam jenisnya. Kedua komponen abiotik dengan biotik terjalin suatu proses interaksi antara satu dengan lainnya yang tidak dapat dipisahkan maka disebut ekosistem. Proses interaksi antar komponen dalam ekosistem meliputi proses pengambilan dan perpindahan energy (energitika), daur materi dan produktivitas, yang semua ini secara kualitas dan kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh tingkat keberadaan komponen biotik dan abiotik, sehingga melahirkan keanekaragaman ekosistem. Ketiga tingkat keanekaragaman hayati tersebut saling memiliki
keterkaitan,dimana dapat dilihat pada kawasan yang mempunyai keanekaan ekosistem yang tinggi, biasanya juga memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi dengan variasi genetis yang tinggi pula. Ada beberapa istilah yang perlu dipahami mengenai keanekaragaman hayati, yaitu:
  • Pusat Asal-usul: adalah wilayah geografis tempat suatu takson berasal atau pertama kali berkembang.
  • Pusat Keanekaragaman : kawasan geografis yang mempunyai keanekaragaman spesies atau genetis yang tinggi.
  • Pusat Endemisme: kawasan geografi dengan jumlah spesies endemic yang tinggi pada tingkat local.
Posted by Unknown on Selasa, 25 Maret 2014 - Rating: 4.5
Title : PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA
Description : Keanekaragaman hayati terdiri dari dua kata keanekaragaman dan hayati . Kata “keanekaragaman” menggambarkan keadaan bermacam macam suatu b...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

se-berapa membantu blog ini

Entri Populer

  • Tipe-tipe ekosistem dari keanekaragaman hayati
  • PENGERTIAN DAN DEFINISI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKATANYA
  • penyebaran hewan flora dan fauna di permukaan bumi
  • deforestrasi dan degradasi sebagai ancaman keanekaragaman hayati
  • Nilai dari Keanekaragaman Hayati
  • status dan sebaran keanekaragaman hayati di indonesia

Translate

join with me

about me

Unknown
Lihat profil lengkapku
Copyright © 2012 Melestarikan dan Menjaga Plasma Nutfah Dunia - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger